LEMBARBERITA.ID – Jargon Juare alias Jujur, Amanah, Religius milik Robinsar basa-basi.
Jargon itu nampaknya hanya menjadi lip service alias basa-basi yang diumbang saat kampanye dan di setiap agenda pemerintahan saja.
Faktanya, disadari atau tidak, baru-baru ini Walikota Cilegon Robinsar melepas kafilah MTQ di bawah kondisi atap atau plafon Masjid Pemkot Cilegon yang bobrok.
Hal itu jelas terlihat dari sejumlah foto yang diunggah melelui rilis resmi Dinas Komunikasi Informasi Sandi dan Statistik (Diskominfo) dan beberapa status Whats App (SW) memperlihatkan bolongnya plafon Masjid Pemkot Cilegon.
Dalam foto Robinsar nampak gagah menyerahkan panji LPTQ kepada LPTQ Kota Cilegon yang mewakili kontingan MTQ Kota Cilegon dalam lomba MTQ tingkat Provinsi Banten.
Sayangnya, kegagahan itu tercoreng karena dalam foto nampak rerlihat jelas plafon Masjid Pemkot Cilegon yang atapnya rusak parah.
Salah satu kafilah yang enggan disebutkan namanya membenarkan kondisi atap masjid yang rusak tersebut.
“Yah bolong di beberapa titik,” katanya, Minggu (3/7/2026).
Musola Lingkungan Lebih Terawat Tanpa Anggaran Pemerintah, Masjid Pemkot Malah Bobrok
Kondisi bobroknya atap Masjid Pemkot Cilegon juga menjadi sorotan Ketua DKM Musola Baitul Jannah Lingkungan Tanjung Jaya, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang Safrinal.
Ia menyebutkan, kondisinya musola lebih terawat dibandingkan Masji Pemkot. Bahkab, jika kondisinya rusak cepat diperbaiki dengan iuran warga sekitar tanpa bantuan anggaran pemerintah satu sen pun.
“Plafon musola kami lebih baik dari plafon Masjid Pemkot. Jika rusak sedikit langsung diperbaiki. Sebab, itu membahayakan bagi jamaah. Bahkan, jika dibiarkan rusak akan menyebar,” tukasnya.
Safrinal juga mempertanyakan, kenapa kerusakan itu seolah dibiarkan oleh DKM dan pejabat. Padahal, pemerintah harusnya memiliki anggaran perawatan yang lebih banyak.
“Kemana anggaran Masjid Pemkotnya. Kalau tidak ada anggaran kami siap open donasi,” ujarnya.
Safrinal menegaskan, kondisi bobroknya atap Masjid Pemkot Cilegon juga tidak sesuai dengan jargon Juare alias Jujur Amanah dan Religius yang digemborkan para pejabat Pemkot Cilegon.
“Di setiap acara selalu teriak Juare. Tapi kondisinya malah yang di depan mata saja tidak peduli. Apalagi dengan masjid dan musola milik warga,” tutupnya. (Lidya)







